Entri Populer

Jumat, 11 Maret 2011

Kegiatan belajar mengajar

Komponen Belajar Mengajar

Sebagai suatu sistem, tentu saja Kegiatan Belajar Mengajar mengandung sejumlah komponen-komponen yang meliputi :
a. Tujuan
Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. Tidak ada suatu kegiatan yang diprogramkan tanpa tujuan, karena hal itu merupakan suatu hal yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan ke arah mana kegiatan tersebut akan dibawa.
Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dalam kegiatannya dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif. Dengan kata lain, dalam tujuan terdapat sejumlah nilai yang harus ditanamkan kepada anak didik, baik dalam lingkungan sosialnya maupun diluar sekolah.
Tujuan adalah suatu komponen yang dapat mempengaruhi komponen pengajaran lainnya seperti, bahan pelajaran, Kegiatan Belajar Mengajar, pemilihan metode, alat, sumber, dan alat evaluasi. Dari semua komponen tersebut, harus sesuai dan didayagunakan untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.
Tujuan pengajaran adalah deskripsi tentang penampilan perilaku (performance) siswa yang kita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan.
b. Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam Proses Belajar Mengajar. Tanpa bahan pelajaran, maka Proses Belajar Mengajar tidak akan berjalan. Ada dua persoalan dalam penguasaan bahan pelajaran ini, yakni penguasaan bahan pelajaran pokok, dan bahan pelajaran pelengkap. Bahan pelajaran pokok adalah bahan pelajaran yang menyangkut bidang studi yang dipegang oleh guru sesuai dengan profesinya (disiplin keilmuannya). Sedangkan bahan pelajaran pelengkap/ penunjang adalah bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan seorang guru agar dalam mengajar dapat menunjang penyampaian bahan pelajaran pokok.
Bahan adalah salah satu sumber belajar bagi anak didik. Bahan yang disebut sebagai sumber belajar (pengajaran) ini adalah sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran.
Oleh karena itu, kepada guru khususnya atau pengembang kurikulum umumnya, harus memikirkan sejauh mana bahan-bahan yang topiknya tertera dalam silabi berkaitan dengan kebutuhan anak didik pada usia tertentu dan juga lingkungan tertentu pula. Minat anak didik, akan bangkit bila suatu bahan diajarkan sesuai dengan kebutuhan yang mereka inginkan.
c. Kegiatan Belajar Mengajar
Kegiatan Belajar Mengajar adalah inti kegiatan dalam pendidikan. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, dan akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itulah, siswa yang lebih aktif dan guru hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator.
Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik, yaitu pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis. Kerangka demikian, dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual. Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut, akan merapatkan hubungan guru dengan anak didik, sehingga memudahkan melakukan pendekatan Mastery Learning yang merupakan salah satu strategi belajar-mengajar pendekatan individual.
d. Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya, bila tidak menguasai metode mengajar. Oleh karena itu, disinilah kompetensi guru diperlukan dalam pemilihan metode yang tepat. Dengan menguasai dari berbagai macam metode dan bisa menempatkan pada situasi dan kondisi yang sesuai dengan keadaan siswa.
e. Alat
Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pengajaran, alat mempunyai fungsi, yakni sebagai perlengkapan, pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan, dan alat sebagai tujuan.
Alat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu alat dan alat bantu pengajaran. Yang dimaksud dengan alat adalah berupa suruhan, perintah, larangan, dsb. Sedangkan alat bantu pengajaran adalah berupa globe, papan tulis, kapur tulis, gambar, diagram, slide, video, dsb.
f. Sumber Belajar
Belajar-Mengajar telah diketahui maknanya. Bukan berproses dalam kehampaan, tetapi berproses dalam kemaknaan yang didalamnya ada sejumlah nilai yang disampaikan kepada anak didik. Nilai-nilai tersebut, tidak mungkin datang dengan sendirinya, akan tetapi diambil dari berbagai sumber guna dipakai dalam Proses Belajar Mengajar.
Sumber belajar sesungguhnya banyak sekali terdapat dimana-mana, misalnya disekolah, halaman, pusat kota, pedesaan, dsb. Pemanfaatan sumber-sumber pengajaran tersebut, tergantung pada kreativitas guru, waktu, biaya, serta kebijakan-kebijakan lainnya.

Diterbitkan di: Januari 28, 2011

Kamis, 03 Maret 2011

cara pengkajian pasien fraktur

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KEDOKTERAN

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FORMAT DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

(PASIEN DEWASA-MEDICAL SURGICAL)

Nama Mahasiswa :

N I M :

Ruangan :

Tanggal Pengkajian :


IDENTITAS KLIEN

Nama : Nn. Ds No. Reg. : 17783463

Umur : 20 tahun Tgl. MRS : 8 Juni 2002

Jenis Kelamin : ♀ Diagnosa : CF Femur (S) 1/3 Tengah

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Agama : Islam

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Pendidikan : SLTA

Alamat : Kauman, Wlengi, Blitar

Penanggung : Astek-Jamsostek

I. RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY)

Riwayat Sebelum Sakit:

Penyakit berat yang penah diderita : --

Obat-obat yang biasa dikonsumsi : --

Kebiasaan berobat : Dokter

Alergi : --

Kebiasaan merokok/alkohol : --

Riwayat Penyakit Sekarang

Keluhan utama MRS : Nyeri paha kiri akibat kecelakaan lalulintas.

Keluhan utama saat ini : Nyeri paha kiri akibat kecelakaan lalulintas.

Riwayat keluhan utama : Klien MRS karena mengalami kecelakaan lalu lintas, ditabrak mobil pada tanggal 8/6-02 pada saat jalan kaki. Saat ini dijadualkan menjalani operasi pemasangan plat pada tulang paha kiri (Selasa, 11/6-02, jam 08.00).

Terapi/operasi dilakukan : Skin traksi di IRD pada tanggal 8/6-02, jam 13.30.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Genogram:


Riwayat Kesehatan Lingkungan : --

Riwayat Kesehatan Lainnya:

Alat bantu yang dipakai:

-Gigi palsu : ٱ ya ٱ tidak

-Kaca mata : ٱ ya ٱ tidak

-Pendengaran : ٱ ya ٱ tidak

-Lainnya (sebutkan) : --

OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum : Kesadaran baik, tampak lemah.

Tanda-tanda vital, TB dan BB:

S : 36,5 0C (axilla)

N : 80 x/mnt, teratur, lemah.

TD : 110/70 mmH, lengan kanan, berbaring

RR : 20 x/mnt, normal

TB : 156 cm

BB : 48 kg.

Body Systems:

Pernapasan (B1: Breathing)

Hidung : fungsi pernapasan baik, pernapasan cuping hidung (-)

Trachea : tak ada kelainan.

Suara tambahan : wheezing (-), ronchi (-), rales (-), crackles (-)

Bentuk dada : simetris

Cardiovaskuler (B2: Bleeding)

Keluhan : Pusing (-), sakit kepala (-), palpitasi (-), nyeri dada (-), kram kaki (-)

Suara jantung : S1/S2 normal/murni

Edema : lihat B6

Persyarafan (B3: Brain)

Kesadaran : Composmentis GCS: E = 4, V = 5, M = 6

Nervus Cranial : Tidak ada kelainan

Perkemihan-Eliminasi Uri (B4: Bladder)

Produksi urine : ± 1500 ml Frekuensi : 5-6 x/hari

Warna : kekuningan Bau : biasa

Keluhan : tidak ada masalah

Pencernaan-Eliminasi Alvi (B5: Bowel)

Mulut dan tenggorok : fungsi menngunyah baik, fungsi menelan baik, kebersihan mulut baik.

Abdomen : bising usus normal, distensi (-), nyeri tekan (-), luka (-)

Rectum : tdk dikaji

BAB : belum BAB sejak MRS

Diet : Nasi TKTP

Tulang-Otot-Integumen (B6: Bone)

Kemampuan pergerakan sendi : pergerakan sendi paha dan lutut kanan terbatas, nyeri bila bergerak (+)

Extremitas : Tungkai atas kiri, nyeri (+), edema (+), deformitas (+), krepitasi (+).

Tulang belakang : skolisis (-), kifisis (-), lordosis (-).

Kulit :

- Warna kulit : pigmentasi normal

- Akral : hangat

- Turgor : cukup

Sistem Endokrin

Terapi hormon : --

Karakteristik sex sekunder: normal

Riwayat pertumbuhan dan perkembangan fisik: tidak ada kelainan

Sistem Reproduksi

Perempuan:

-Kelamin : bentuk normal, kebersihan baik.

PSIKOSOSIAL

Sosial/Interaksi:

Dukungan keluarga : aktif

Dukungan kelompok/teman/masyarakat : aktif

Reaksi saat interaksi : cukup koperatif

Spiritual:

Konsep tentang penguasa kehidupan : Allah

Sumber kekuatan/harapan saat sakit : Allah

Ritual agama yang bermakna/berarti/diharapkan saat ini : Sholat

Sarana/peralatan/orang yang diperlukan untuk melaksanakan ritual agama yang diharapkan saat ini: ibadah

Upaya kesehatan yang bertentangan dengan keyakinan agama: tidak ada

Keyakinan/kepercayaan bahwa Tuhan akan menolong dalam menghadapi situasi sakit saat ini: Ya

Keyakinan/kepercayaan bahwa penyakit dapat disembuhkan: Ya

Persepsi terhadap penyebab penyakit: Cobaan/peringatan

Kebutuhan Pembelajaran:

- Klien menanyakan apakah operasi tidak terasa nyeri sama sekali?

- Klien menanyakan apakah patah tulang dapat bersambung kembali?

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium : (10/6-2002)

- Leukosit 12.700 / ml

- Eritrosit 2.450.000 /ml

- Hb 11,4 g/dl

- Ht 36,7 %

X Ray :

- Close Fraktur Femur (S) 1/3 Tengah

TERAPI

Pre Op., tgl 11/6-2002:

- Bed rest

- Infus RL : D5 = 2 : 3

- Inj. Clasef 2 g

Intra Op., tgl 11/6-2002:

- Premedikasi: M 5 + Dor 2,5 + SA 0,25

- Medikasi : Recofol 100 mg + Scolin 60 mg + M 2 mg

- Tindakan Pembedahan:

- Anestesi general

- Posisi miring kiri atas

- Mulai jam 10.00 dengan desinfeksi area operasi dengan betadin

- Insisi lateral sampai mencapai tulang

- Reposisi fraktur

- Pemasangan plat + 8 screw

- Luka insisi ditutup lapis demi lapis

- Operasi selesai jam 11.00

- Perdarahan ± 250 ml

Intra Op., tgl 11/6-2002:

- RL : D5 = 2 : 3

- Inj. Clacef 1 g, selanjutnya 3 x 1 g

- Pronalgin 3 x 1 amp

- Posisi kaki kiri elepasi, ganjal bantal pada lutut, fleksi 150.

- Kontrol foto femur (S) AP-Lateral