Entri Populer
Sabtu, 08 Januari 2011
kerangka penelitian
Research method
Metodologi Penelitian Untuk S2r Ev2
Jumat, 07 Januari 2011
penelitian variabel
Variabel Penelitian
1. Pengertian Variabel
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. Badan bukan variabel, karena badan tidak mengandung suatu pengertian tentang adanya nilai yang bervariasi tetapi berat badan dan tinggi badan memiliki nilai yang berbeda-beda (bervariasi), maka berat badan dan tinggi badan tersebut variabel. (Masri Singarimban dan Sofian Effendi, dalam Marzuki, 2005:39)
Sedangkan menurut Y.W. Best yang disating oleh Sanpiah Faisal, variabel penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian.
Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian dari kedua pengertian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diteliti.
2. Macam-Macam Variabel
a. Variabel Diskrit
Variabel diskrit (discrete) adalah variabel yang tidak mempunyai pecahan (utuh), artinya hanya dinyatakan dalam satuan (satu,dua, tiga dst) yang mempunyai hasil perhitungan, misalnya jumlah anak dalam satu keluarga. Disebut variabel katagorik misalnya jenis kelamin laki-laki dan wanita, berbagai tingkat pendidikan seperti sekolah dasar, lanjutan tingkat pertama, sekolah menengah umum dan perguruan tinggi.
b. Variabel Kontinu / Bersambung
Variabel kontinu (continous) berupa hasil pengukuran seperti berat badan, luas tanah, nilainya dapat dinyatakan pecahan misalnya seorang anak mempunyai tinggi 1,47 meter dengan berat badan 54,25 kilogram (Masri S dan Sofian E, dalam Marzuki, 2005:49)
c. Variabel Pengaruh dan Variabel Terpengaruh
Menurut fungsinya, dibedakan variabel bebas (Independent Variable, variabel pengaruh) dan variabel tergantung (Dependent Variable, variabel terpengaruh. Perbedaan dilakukan pola pemikiran hubungan sebab akibat. Marzuki (Sumadi S, 1983:81)
· Variabel Pengaruh
Adalah variabel yang nilainya berpengaruh terhadap variabel yang lain, misalnya pupuk dan bibit berpengaruh terhadap hasil produksi padi, metode mengajar berpengaruh kepada prestasi belajar.
· Variabel Terpengaruh
Adalah variabel yang nilainya bergantung pada nilai variabel yang lain yang merupakan konsekuensi dari perubahan yang terjadi peda variabel bebas secara sistematis ditulis Y sebagai fungsi X atau Y = f (X), besar konsumsi bergantung pada besar pendapatan. Apabila variabel bebasnya lebih dari satu maka Y = f (X1, X2, X3) misalnya hasil produksi bergantung pada faktor tanah, tenaga kerja dan model.
d. Variabel Aktif dan Variabel Atribut
· Variabel Aktif
Adalah variabel yang dapat dimanipulasi (melakukan berbagai hal terhadap berbagai kelompok subyek) seperti dalam metode diskusi, atau satu kelompok diberi penguatan positif / imbalan.
· Variabel Atribut
Adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasikan, seperti jenis kelamin, status sosio-ekonomi. Tapi ada variabel atribut yang dapat dijadikan variabel aktif, misalnya tingkat kecemasan adalah variabel atribut yang dapat diukur, tapi dapat dimanipulasi dengan menumbuhkan tingkat kecemasan yang berbeda dengan pekerjaan yang sulit, tingkat kecerdasan yang akan diukur. (Kerlinger, 1986:62-63)
3. Pengukuran Variabel
Inti penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara variabel. Ada tiga macam hubungan (Masri S dan Sofian E, dalam Marzuki, 2005:42-43):
a. Hubungan Simetris
Variabel yang satu tidak disebabkan atau tidak dipengaruhi oleh variabel yang lainnya. Misalnya jantung yang berdebar dibarengi oleh keluarnya keringat, keduanya terjadi karena kecemasan.
b. Hubungan Timbal Balik
Satu variabel menjadi sebab dan juga menjadi akibat dari variabel yang lain, misalnya hubungan antara investasi dengan pendapatan; investasi meningkat menjadi sebab dari meningkatnya investasi. Dikatakan Y= f (x) tetapi juga X= g (Y)
c. Hubungan Asimetris
Satu atau lebih mempengaruhi satu variabel lainnya ( hubungan antara variabel pengaruh dengan variabel terpengaruh). Hubungan ini disebut hubungan bivariat (hubungan antara dua variabel). Apabila variabel X mempengaruhi variabel Y, dan hubungan multivariat (antara variabel terpengaruhi dengan beberapa variabel pengaruh) misalnya: X1, X2, X3 mempengaruhi Y
Dalam hubungan asimetris ini ada beberapa ketentuan hubungan:
1. Hubungan antara stimulus dan respons
Hubungan yang demikian itulah yang merupakan salah satu hubungan kausal yang lazim dipergunakan oleh para ahli. Contohnya: seorang insinyur pertanian mengamati adanya pengaruh pupuk terhadap buah yang dihasilkan.
2. Hubungan antara disposisi dan respons
Disposisi adalah kecenderungan untuk menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Bila stimulus datangnya dari luar dirinya. Sedangkan disposisi berada dalam diri seseorang. Contoh: sikap kebiasaan, nilai, dorongan, Kemauan dan sebagainya. Suatu respons sering diukur dengan mengamati tingkah laku seseorang.
3. Hubungan antara individu dan disposisi atau tingkah laku
Artinya diri di sini adalah sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan, seperti: seks, suku bangsa, Kebangsaan, pendidikan dan lain-lain
4. Hubungan antara prakondisi yang perlu dengan akibat tertentu
Contoh: agar pedagang kecil dapat memperluas usahanya diperlukan antara lain persyaratan pinjam bank yang lunak, hubungan kerja keras dengan keberhasilan jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh.
5. Hubungan yang Imanen antara dua variabel
Di dalam hubungan ini, terdapat perjalinan yang erat antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Apabila variabel yang satu berubah maka variabel lainnya ikut berubah. Contoh: hubungan antara semakin besarnya suatu organisasi dengan semakin rumitnya peraturan yang ada.
6. Hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means)
Contohnya: penelitian tentang hubungan antara kerja keras dan keberhasilan, jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh pada waktu ujian.
4. Memasukkan Variabel Yang Baru
· Variabel Penekanan
Yaitu memperjelas hubungan. Contoh: semakin dekat rumah penduduk dengan Puskesmas, semakin besar kemungkinan orang yang mengunjungi Puskesmas yang bersangkutan.
· Variabel Pengganggu
Terjadi apabila kita menghubungkan dua variabel (pengaruh dan terpengaruh), misalnya A mempengaruhi C apabila ada variabel antara B sehingga terjadi tiga hubungan A dengan B, B dengan C, serta A dengan C. Kebiasaan membaca menunjukkan hubungan positif dengan umur, mungkin tinggi umur seorang makin banyak kebiasaan membacanya. Ini hanya terjadi pada variabel antara, yaitu pendidikan. Seorang lanjut usia yang tidak sekolah, tidak akan lebih membaca, dibandingkan seorang pemuda.
· Variabel Anteseden
Menambah pengertian tentang hubungan, misalnya dalam hubungan antara pendidikan dan pengetahuan politik terdapat data yang menunjukkan apabila pendidikan seorang rendah, maka pengetahuan politiknya pun rendah. Untuk memperjelas perlu dicari variabel apa yang mempengaruhi pendidikan seseorang?. Dengan memasukkan status sosial orang tua, maka kita menjadi lebih jelas bahwa status sosial ekonomi orang tua menentukan tingkat pendidikan seseorang, dan pendidikan menentukan pengetahuan politiknya.
5. Merumuskan Definisi Operasional Variabel-Variabel
Setelah variabel-variabel diidentifikasi dan klasifikasikan, maka variabel-variabel tersebut perlu diidentifikasikan secara operasional (Brigdman, 1927: bhnb)
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat yang dapat diamati (diobservasi) dari definisi operasional tersebut dapat ditentukan alat pengambilan data yang cocok dipergunakan.
Adapun cara penyusunan definisi operasional itu bermacam-macam, yaitu:
- Menekankan kegiatan (Operation) apa yang perlu dilakukan
- Menekankan bagaimana kegiatannya (Operation) itu dilakukan
- Menekankan sifat-sifat statis hal yang didefinisikan.
Contohnya sebagai berikut:
- Frustrasi adalah keadaan yang timbul sebagai akibat tercegahnya pencapaian hal yang sangat diinginkan yang sudah hampir dicapai.
- orang cerdas adalah orang yang tinggi kemampuannya dalam pemecahan masalah, tinggi kemampuannya dalam menggunakan bahasa dan bilangan.
- Ekstraversi adalah kecenderungan lebih suka berada dalam kelompok dari pada seorang diri.
Setelah definisi operasional sebagaimana contoh di atas, selanjutnya peneliti menunjuk alat yang dipergunakan untuk mengambil data-datanya. Dan setelah dirumuskan, maka yang terkandung dalam hipotesis telah dioperasionalisasikan, jadi peneliti telah menyusun prediksi tentang kaitan berbagai variabel penelitiannya itu secara operasional dan siap diuji melalui data empiris.
RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
DESAIN PENELITIAN
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan riset adalah penerapan metoda ilmiah, yang antara lain perlunya menggunakan metoda penelitian yang telah baku.
Pengertian tentang metoda dalam penelitian, sebenarnya lebih terpusat pada cara yang akan dipilih untuk mengumpulkan data yang diperlukan serta analisis yang akan dilakukan. Tentang hal ini, hal pertama yang perlu dicermati adalah penetapan desain atau rancangan penelitian.
RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
Ditinjau dari tujuan penelitian, desain penelitian biasa dibedakan dalam tiga macam riset, yaitu riset eksploratif, deskriptif dan inferensial. Tetapi dalam perkembangannya kemudian muncul dua macam riset yang lain yaitu riset evaluatif dan verivikatif.
Riset Eksploratif
Sesuai dengan arti katanya, merupakan suatu kegiatan pemelitian yang bertujuan untuk menggali informasi atau data sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala atau obyek yang diteliti.
Data yang dikumpulkan atau diperlukan dalam penelitian ini umumnya bersifat longitudinal. Tetapi tidak jarang penelitian eksploratif juga sebagai riset sekali tembak atau cross section.
Sesuai dengan tujuannya, riset eksploratif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Lebih banyak menggunakan data sekunder, dibanding data primer. Bahkan seringkali terkesan sebagai studi pustaka.
Karena lebih banyak menggunakan data sekunder seringkali keterandalannya diragukan.
Draft laporan penelitian perlu dipublikasikan terlebih dahulu untuk memperoleah kritik baik interrnal maupun eksternal.
Riset Deskriptif
Riset deskriptif merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjelaskan, merinci atau membuat deskripsi terhadap suatu gejala atau obyek yang diteliti dengan menggunakan data yang diperoleh dengan seklali tembak atau cross sectional.
Dalam arti sempit, deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang hanya menunjukkan gambaran, uraian, atau rincian tentang gejala yang diteliti. Tetapi dalam arti luas lebih jauh menceritakan hubungan atau keterlibatan antar gejala, serta seberapa jauh terdapat kesepakatan atas hasil yang disampaikan. Dengan demikian, dapat dirumuskan tentang kecenderungan-kecenderungan, atau implikasi kegiatan yang perlu dilakukan.
Riset Inferensial
Jika riset deskriptif hanya berusaha membuat rincian atau deskripsi untuk menjelaskan suatu gejala yang diteliti, riset inferensial lebih bersifat untuk pengambilan keputusan atau menguji hipotesis terutama yang dilakukan melaui riset eksperimental.
Riset Komparatif, Riset Korelasional, Dan Riset Kausal
Riset komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk membandingkan gejala atau keadaan yang dapat ditemui pada objek penelitian yang berbeda, untuk kemudian dilakukan analisis tentang seberapa jauh terdapat perbedaan yang signifikan antara gejala atau variabel penelitian yang diteliti.
Riset korelasional merupakan kegiatan yang bertujuan untuk merinci dan menjelaskan seberapa jauh timbal balik antar variabel yang diteliti, sedangkan riset kausal dilakukan bertujuan untuk menjelaskan gejala sebab akibat yang bersifat searah.
Meskipun bertujuan membandingkan, melihat hubungan timbal balik maupun mengkaji terjadinya sebab akibat, ketiga penelitian tersebut dapat didesain sekadar sebagai penelitian deskriptif ataupun penelitian inferensial.
Riset Evaluatif
Merupakan riset yang dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu kegiatan yang belum, sedang maupun telah dilaksanakan. Dalam pelaksanaanya riset evaluatif dapat bersifat deskriptif maupun inferensial. Meskipun demikian sebaiknya didesain sebagai riset inferensial yang dilengkapi hipotesis.
Riset Verifikatif
Adalah suatu kegiatan penelitian ulangan yang ditujukan untuk mengkaji ulang atau mengkaji kembali hasil penelitian serupa yang pernah dilakukan pada lokasi yang sama atau pada lokasi yang berbeda. Karena itu, kaji ulang yang dimaksud di sini dapat berdimensi waktu dan atau berdimensi ruang.
Dalam banyak kasus, kegiatan pengulangan terhadap penelitian yang pernah dilakukan dianggap sebagai penjiplakan atau plagiat, untuk itu pada penelitian ini diperlukan kejujuran peneliti tewntang upaya peneloitian yang akan dilakukan.
RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT DATA YANG AKAN DIKUMPULKAN
Desain penelitian dapat dibedakan dalam : riset sekali tembak (one Shoot), riset longitudinal (time series), dan cross sectional research yang merupakan gabungan dari keduanya.
Riset Longitudinal
Biasanya diterapkan pada riset historis yaitu suatu kegiatan penelitian melalui pengamatan atau pengumpulan data selama rentang waktu tertentu terhadap obyek yang sama dengan tujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi atau yang ditunjukkan oleh obyek penelitian dari waktu ke waktu.
Biasanya dilakukan terhadap studi tentang perubahan perilaku, karena akan diperoleh gambarab yang jelas tentang karakteristik perilaku individu ataui kelompok masyarakat serta faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap terjadinya perubahan-perubahan tersebut.
Riset Sekali Tembak (One Shoot)
Merupakan penelitian yang memanfaatkan data yang dikumpulkan pada waktu tertentu saja, dengan tujuan untuk mengetahui atau menjelaskan keadaan suatu obyek yang terjadi pada saat dilakukan penelitian.
Sedang riset Cross Section sebenarnya samadengan penelitian sekali tembak, bedanya adalah pengumpulan datanya dilakukan beberapa tahap terhadap obyek atau sub populasi yang berbeda.
RAGAM PENELITIAN MENURUT SIFAT DATANYA
Bersasarkan sifatnya dibedakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara sederhana dibedakan menurut jenis data dan analisis data yang akan dilakukan, yaitu :
Penelitian kuantitatif memusatkan pada pengumpulan data kuantitatif yang berupa angka-angka untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis kuantitatif yang berupa analisis statistika maupun dengan perhitungan matematika.
Penelitian kualitatif, memusatkan perhatian pada pengumpulan data kualitatif yang berupa informasi kualitatif yang disampaikan melalui lisan maupun tertulis. Karena data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, maka analisis datanya juga dengan teknik kualitatif. Meskipun demikian dapat pula dilakukan analisis kuantitaif dengan terlebih dahulu melakukan kuantifikasi terhadap data kualitatif melalui pemberian nilai skor baik dengan skala nominal maupun ordinal.
Dalam praktek seringkali terdapat kesalahkaprahan dalam penilaian terhadap kedua jenis penelitian tersebut yaitu :
Penelitian kuantitatif seringkali dinilai lebih baik karena harus memanfaatkan analisis kuantitatif yang sesuai dengan perkembangan teknologi komputasi, cenderung semakin rumit dan harus menggunakan bantuan komputer untuk mengabalisisnya.
Penelitian kualitatif seringkali dinyatakan sebagai pengganti penelitian kuantitatif khususnya bagi peneliti sosial yang ketakutan atau tidak dapat menggunakan analisis kuantitatif.
Pendapat seperti itu tentu saja tidak dibenarkan sebab masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Bahkan seringkali yang terbaik adalah jika seseorang mampu menggabungkan kedua jenis penelitian tersebut secara simultan.
Riset kuantitatif seringkali dipilih karena keunggulanya dalam arti mampu memberikan penilaian yang lebih obyektif dan dapat digunakan untuk melakukan prediksi yang lebih baik dengan menggunakan statistika atau metematika. Sebaliknya, penelitian kualitatif lebih banyak dipilih karena memiliki keunggulan dalam menjelaskan atau memberikan deskripsi tentang banyak hal seperti sifat-sifat hubungan antar manusia, perubahan perilaku manusia terhadap suatu obyek dan lingkungannya dan lain-lain.
Tentang hal ini Sutopo (1988) mencatat adanya beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang merupakan keunggulannya dibanding penelitian kuantitatif yang perlu dipahami oleh para pengguna yaitu :
Riset kualitatif lebih dapat diandalkan dalam arti datanya dapat dipercaya karena memilki natural setting dan hanya menggunakan data primer dari pihak-pihak yang bersangkutan langsung atau setidaknya mengetahui. Riset kualitatif lebih mengutamakan apa yang benar-benar terjadi dari sekedar laporan. Riset kualitatif lebih mengutamakan keyakinan dalam arti peristiwa yang diteliti adalah subyek masa kini dan bukan masa lampau.
Riset kualitatif terutama diarahkan untuk memberikan deskripsi melalui informasi yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata.
Lebih mementingkan proses dari pada hasil, lebih mementingkan mengapa, bagaimana, dan kapan daripada sekadar apa atau berapa yang terjadi.
Cenderung menggunakan analisis induktif sehingga teori yang dikembangkan berangkat dari lapangan.
Lebih mengutamakan participant perspective sehingga semua instrumen dan ukuran yang digunakan, dikembangkan dari lapangan.
Penelitian kuantitatif dilakukan jika kita telah memiliki informasi/asumsi-asumsi tertentu dan data yang diperlukan dapat diperoleh dalam bentuk kuantitatif atau kualitatif yang dapat dikuantifisir. Penelitian kuantitatif lebih tepat digunakan untuk penelitian inferensial dengan menggunakan perameter yang bersifat emik (dirumuskan berdasarkan teori/konsep/pengalaman empirik).
Penelitian kualitatif sebenarnya dilakukan untuk mengeksplorasi informasi yang diperlukan, yang sulit dituangkan dalam bentuk data kuantitatif.dalam penelitian kualitatif perlu dihindari perumusan atau penggunaan asumsi-asumsi sebelum penelitian dilakukan karena asumsi yang dirumuskan berdasarkan teori atau pengalaman empiris tidak selalu benar untuk penelitian yang akan dilakukan. Karena itu, penelitian kualitatif lebih tepat digunakan untuk penelitian deskriptif dengan meanggunakan parameater etik (berdasar fakta setempat).
Lebih jauh tentang penelitian kualitatif, dapat dikemukakan beberapa catatan sebagai berikut :
Pengumpulan data
Pengumpulan data lebih banyak dilakukan melalui wawancara secara kelompok, karena itu peran pengumpul data lebih bersifat sebagai pemandu wawancara dalam suatu pertemuan yang bersifat partisipatif.
Sehubungan dengan hal itu, sebelum melakukan kegiatan pengumpulan data, calon pengumpul data harus menyiapkan diri untuk benar-benar memiliki kemampuan sebagai pewawancara. Serta harus mengetahui karakteristik sosial budaya masyarakat diwilayah penelitian agar benar-benar dapat diterima oleh kelompok.
Pemilihan responden
Penetapan sampel lebih sering dilakukan secara purposive sehingga responden yang terpilih adalah kelompok atau individu yang diyakini dapat memberikan informasi yang diperlukan. Untuk memperoleh data yang handal perlu diusahakan kelompok-kelompok responden yang relatif homogen terutama menyangkut status sosialnya.
Jika hal tersebut sulit diupayakan, maka dalam pengumpulan data perlu diperhatikan keragaman atau perbedaan karakteristik individu dalam setiap kelompok.
Teknik wawancara
Dalam wawancara harus dihindari pertanyaan-pertanyaan yang cenderung mengarahkan jawaban responden serta yang cenderung memperoleh jawaban klise. Untuk memperoleh data yang efektif, kegiatan wawancara sebaiknya dibatasi waktunya yaitu maksimal 2 jam.
Instrumen penelitian
Dalam penelitian kualitatif disarankan untuk tidak menggunakan daftar pertanyaan tetapi cukup dengan panduan wawancara. Lebih lanjut, perlu dihindari pertanyaan-pertanyaan tertutup dan usahakan pertanyaan terbuka agar responden lebih bebas dalam mengemukakan informasinya bahkan informasi penting yang sebelumnya belum terpikirkan oleh pengumpul data. Perhatikan kata-kata kunci yang sesuai dengan tujuan penelitian dan hindari untuk cukup puas dengan jawaban klise.
Data yang dikumpulkan
Selain memusatkan perhatian pada pengumpulan data kualitatif, data yang dikumpulkan tidak cukup dari jawaban verbal tetapi juga data yang disampaikan secara tidak langsung melalui bahasa tubuh.
Pengumpulan data jangan terlalu cepat percaya pada jawaban tetapi perlu melakukan recheck atas semua informasiyang ditangkap terutama untuk menguji konsistensi jawaban responden.
Analisis hasil penelitian
Analisis data dalam penelitian kualitatif sudah dapat dilakukan sejak perumusan panduan diskusi/wawancara. Selain itu, draft hasil laporan perlu dikonfirmasikan kembali dengan individu yang terlibat dalam penelitian.
RAGAM RANCANGAN PENELITIAN MENURUT METODANYA
Dalam banyak kepustakaan dijumpai adanya tiga macam metode dasar yaitu historis, deskriptif dan eksperimental.
Riset Historis
Adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk membuat suatu gambaran tentang masa lalu dan perkembangannya secara obyektif dan sistematis. Hampir menyerupai studi pustaka karena lebih banyak mengandalkan data sekunder yang lebih bersifat longitudinal sedangkan pengumpulan data primer lebih banyak diarahkan untuk melakukan verifikasi dan evaluasi data sebelumnya. Karena itu keterhandalan riset historis sangat tergantung pada kemampuan peneliti untuk mensintesis bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.
Riset Deskriptif
Berbeda dengan riset historis, penelitian deskriptif pada umumnya menggunakan data sekali tembak atau cross section. Ditinjau dari tujuannya, penelitian deskriptif dibedakan dalam :
Deskriptif korelasional, untuk melihat signifikansi hubungan antar variabel.
Deskriptif Kausal, untuk melihat signifikansi sebab akibat antar variabel.
Deskriptif komparatif, untuk melihat signifikansi perbedaan antar obyek atau variabel yang dicermati.
Dalam prakteknya, penelitian deskriptif dapat dilakukan menggunakan dua teknik yaitu :
Teknik Survei, yang melibatkan obyek penelitian dengan populasi yang relatif besar dengan memanfaatkan data sekali tembak.
Teknik Kasus, yang bertujuan melakukan kajian yang mendalam terhadap obyek yang terbatas.
Riset Eksperimental
Merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menguji kesignifikansian perlakuan-perlakuan tertentu dibanding kontrolnya. Dalam hubungan ini rancangan penelitian dapat dibuat untuk membandingkan antara with and without treatment atau before and after treatment.
Dalam kenyataannya, penelitian eksperimental dibedakan dalam dua hal, yaitu :
Eksperimen murni, yang semua perlakuannya dapat benar-bener dikontrol dalam arti antar treatmen dapat benar-benar diisolir.
Eksperimen semu, yaitu penelitian eksperimen yang tidak mampu mengontrol atau mengisolasi hubungan yang terjadi antar treatmen sehingga terjadi perembesan. Penelitian ini terjadi manakala obyek penelitian melibatkan manusia yang dalam banyak kasus sangat sulit dikontrol.
Berkaitan dengan riset eksperimental ini dikenal adanya beragam desain penelitian, seperti :
Rancangan Blok Acak sederhana
Rancangan Blok Acak Lengkap
3. Latin Square
Sarang Lebah
dll
Grounded Research
Merupakan penelitian dimana landasan teorinya dirumuskan berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada obyek yang akan diteliti.
Operation Research
Adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh rekomendasi bagi upaya optimalisasi sumber daya yang terbatas. Dalam riset operasi dikenal beberapa metode, yaitu :
Metoda progamasi linear, yang bertujuan untuk mencari alternatif optimalisasi penggunaan sumberdaya yang terbatas.
Metode transportasi, yang digunakan untuk mengoptimalkan distribusi dari sumber input ke lokasi pengguna.
dll
Action Research
Riset aksi atau kaji tindak merupakan suatu kegiatan penelitian yang diawali dengan melakukan studi dasar, untuk kemudian merumuskan perlakuan yang langsung diikuti dengan tindakan nyata dan setelah dievaluasi dan dikaji ulang dikembangkan perlakuan-perlakuan baru.
Karena itu, riset aksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan, yang ditandai dengan dilakukannya perlakuan dan evaluasi yang terus menerus.
Participatory Research
Riset partisipatif sering disalah srtikan sebagai kegiatan penelitian yang mengumpulkan datanya dilakukan oleh peneliti, dengan terlebih dahulu hidup dan tinggal bersama dengan masyarakat yang dijadikan obyek penelitian. Riset psrtisipatif sebenarnya adalah kegiatan penelitian yang melibatkan obyek penelitian sejak perencanaan penelitian, pengumpulan data, analisis, dan perumusan kesimpulan maupun rekomendasinya. Penelitian ini merupakan koreksi terhadap penelitian yang hanya dilakukan oleh pihak luar dan menempatkan masyarakat hanya sebagai obyek penelitian.
Participatory Action Research
Riset aksi yang partisipatif atau PAR, merupakan gabungan antara riset aksi dan riset partisipatif, dengan proses sebagai berikut :
Studi dasar, dilaksanakan secara partisipatif dalam bentuk penilaian masyarakat secara partisipatif.
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dalam arti dikelola dan dikerjakan oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh peneliti.
Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan juga dilaksanakan secara patisipatif dengan menerapkan teknik penilaian, monitoring, dan evaluasi yang partisipatif.
Oleh sebab itu, salah satu ciri pokok yang menjadi keunggulan PAR dibanding penelitian lain adalah karena PAR tersebut dilaksanakan sebagai proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan belajar yang berkelanjutan.
Share this:
StumbleUpon
Digg
LikeBe the first to like this post.
1 Tanggapan sejauh ini »
1
delfis berkata,
Juli 7, 2010 @ 3:14 am
good…good…good
Balas
RSS Komentar · URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Alamat surel anda tidak akan ditampilkan. Required fields are marked *
Nama *
Email *
Situs web
Komentar
You may use these HTML tags and attributes:
Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.
Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.
FOTO
TINGKATKAN PERTANIAN, PERHUTANAN, dan PERKEBUNAN di INDONESIA
CARI
Langganan Surel
Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.
Komentar Terakhir
sinauw on 5 Useful SEO WordPress Pl…
Rimba on MANAJEMEN PEMUPUKAN TANAMAN KE…
cora on KROMIUM (PANGAN DAN GIZI)
cora on KROMIUM (PANGAN DAN GIZI)
khodidza on KROMIUM (PANGAN DAN GIZI)
Kategori
AGAMA (15)
ANTI VIRUS (10)
ARTIKEL (46)
Asuransi (7)
BEAUTY (5)
BIOLOGI (5)
blogging (2)
BLOGSPOT (7)
Budaya (3)
BUDIDAYA TANAMAN (19)
BUSINESS (24)
CAREERS (7)
COMPUTER (2)
DESKTOP (1)
DOLLAR (12)
Ekonomi (5)
film (7)
FITNESS (3)
GAME (3)
health (65)
HERBAL (10)
ILMU TANAH (12)
INFORMATIKA (27)
INFORMATION (25)
INSTANT MESSENGERS (3)
iptek (26)
KEHUTANAN (3)
KESEHATAN (94)
KOMPUTER (3)
Komunikasi Pertanian (10)
LAIN-LAIN (25)
lokomotive (1)
Lomba (1)
LOWONGAN (4)
Lowongan kerja (5)
Manajemen (2)
MARKETING (2)
MATA KULIAH (40)
news (75)
NUTRITION (1)
Olahraga (6)
ORGANISASI (28)
Pahlawan (1)
Partisipasi (3)
pembangunan pertanian (7)
pemberdayaan (11)
PEMULIAAN TANAMAN (4)
PENDIDIKAN (63)
PENGOBATAN ALTERNATIF (15)
Penyuluhan (20)
PENYULUHAN PERTANIAN (27)
Perhutanan (1)
PERKEBUNAN (19)
PERTANIAN (81)
PETERNAKAN (3)
pikiran (3)
PLUGIN (2)
Politik (6)
PROGRAMMING (2)
PSIKOLOGI (3)
RECIPES (1)
RESEP DAPUR (2)
Rumah Iklan (2)
sejarah (3)
Selayang Pandang (55)
SEO (12)
SKRIPSI (13)
SOFTWARE (61)
TEKNIK MESIN (12)
tekno (5)
TEKNOLOGI (16)
Tingkat kemiskinan (4)
TIPS (57)
TOOL (9)
Turindra Cellular (2)
TUTORIAL (8)
Uncategorized (106)
WINDOWS 7 (1)
WORDPRESS (5)
Tulisan Terakhir
KUALITAS DAN DINAMIKA FORMULASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN BERPERSPEKTIF GENDER DI PROPINSI JAWA TENGAH
PENGARUH ORIENTASI PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN PENALARAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS (Sebuah Eksperimen di Prodi PGSD Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Kadar ox-LDL, VCAM-1, hs-CRP, hs-IL-6 dan Fibrinogen Sebagai Marka Prognosis Infark Miocard Akut
MANIFESTASI KLINIS, PROFIL SEROLOGIS DAN GENOTIP VIRUS CAMPAK DI JAWA
Peran Kadar IL-Iβ,IL-12, IFN-γ, IL-10 Terhadap Kadar Elastase MMP-9 Pada Emfisema Paru, suatu pendekatan Immunulogi Patogenesis Emfisema Paru
Tulisan Teratas
PENGARUH KONSEP KETAHANAN NASIONAL DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA
DEFINISI VARIABEL DAN PENGUKURANNYA
MANAJEMEN PEMUPUKAN TANAMAN KELAPA SAWIT
Pengembangan dan Strategi Pengembangan Kurikulum Sekolah dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP
AUDIT KOMUNIKASI SEBAGAI ALAT UNTUK MENGUKUR EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI KOMUNIKASI DALAM SUATU ORGANISASI
MAKALAH UNTUK PROGRAM PELATIHAN ASISTEN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
BUDIDAYA TANAMAN TEH
Blogroll
angan BLOG
Artikel Heri 09
azis
BEBAS BANJIR 2025
BISNIS
Blog Monetize
BLOG RIKY
BUSINESS AREA
Computers and Technology
dian blog
DREAM INDONESIA
DREAM MASTER 38
FRESH OUTSIDE AND HEALTHY INSIDE
GAME
HEALTHY LIFE STYLE
HOME IMPROVEMENT
IAN78
Insurance
Juragan Pisang
KESEHATAN
LINGKUNGAN
NEW IPOD TOUCH
NEWS
NGEBLOG
PRAFANGGA
RAMADANI
RANGGA HADI
SUPRIATNO
ToPu
UNIK-UNIK
WAYAN
YOYON 12
Blog Stats
117,922 hits
Blog pada WordPress.com. | Theme: Greenery by iLemoned.
Kamis, 06 Januari 2011
RAGAM PENELITIAN
A.Penelitian Ditinjau dari Tujuan
Jenis penelitian ketiga ditinjau dari tujuan adalah penelitian verfakatif.Contohnya adalah sebagai berikut :
Pada tahun 1970 pernah diadakan penelitian tentang rasa solidaritas rakyat pedesaan, dan dihasilkan sesuatu kesimpulan. Dua tahun kemudian seorang peneliti lain mengadakan penelitian yang sama dengan tujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan terdahuluh. Penelitian yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian lain inilah yang diberi nama penelitianVerifikatif.
Sebuah lembaga pemerintah menggadakan beberapa upaya untuk meningkatkan displin karyawan. Setelah dikemukakan strategi yang diperkirakan paling tepat,lembaga tersebut menyebarkan angket kepada para karyawan untuk menanyakan usul-usul guna mengefektifkan staregi dimaksud.Hasil yang diperoleh dari pengolahan data angket digunakan untuk mennetukan kebijakan yang diambil oleh lembaga pemerintahtersebut sebagai upaya meningkatkan disiplin karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan tersebut diklasifikasikan sebagai penelitian kebijakan, karena menyangkut tindakan yang diambil oleh pemerinta dan diberilakukan secara luas.
B. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan.
Apabila seorang peneliti ingin mengetahui perkembangan kemampuan berpikir anak sekolah dasar kelas 1 sampai dengan kelas VI, maka dapat dilakukan dengan 2 cara atau pendekatan, yaitu pendekatan bujur dan pendekatan silang.
1. Pendekatan longitudinal (pendekatan bujur).Dengan pendekatan ini maka peneliti mencatat kemampuan berpikir sejak anak duduk dikelas I.Berturut-turut setiap tahun perkembangan tersebut dicatat yaitu dikelas I,II,III,IV,V dan VI.
2. Pendekatan cross-sectional (pendekatan silang) .Berbeda dengan pendekatan bujur,maka pendekatan silang tidak menggunakan subjek yang sama.Dalam waktu bersamaan,peneliti mengadakan pencatatan tentang perkembangan berpikir anak Sekolah Dasar secara serantak yaitu kelas I,II,III,IV,V dan VI.
Jika kita hubungkan dengan pengambilan data secara continu,maka pendekatan cross-sectional (silang) merupakan kompromi antara “one-shot” method (menembek satu kali terhadap satu kasus),dan longitudinal method (menembak beberapa kali terhadap
Beberapa kali terhadap kasus yang sama)
C.Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu
Berkenaan dengan jenis spesialisasi dan interest, maka tentu saja bidang ilmu yang diteliti banyak sekali ragamnya menurut siapa yang mengadakan penelitian. Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah : penelitian terhadap pendidikan (lebih sempit lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesehatan), keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan sebagainya.
D. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya
Selain penelitian di laboratorium, penelitian di perpusatakaan juga banyak dilakukan. Analisis isi buku (content analysis) merupakan kegiatan yang cukup mengasyikkan. Penelitian ini kana menghasilkan kesimpulan tentang gaya bahasa buku, kecenderungan isi buku, tata tulis, lay-out, ilustrasi, dan sebagainya.
Penelitian yang paling banyak dilakukan adalah penelitian kancah atau penelitian lapangan. Sesuai dengan bidangnya, maka kancah peneliti akan berbeda-beda tempatnya. Penelitian pendidikan mempunyai kancah bukan saja di sekolah tetapi dapat di keluarga, di masyarakat, di pabrik, di rumah sakit, asal semuanya mengarah tercapai tujuan pendidikan.
E. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel
Secara singkat dapat dikatakan, variabel adalah hal-hal yang menjadi obyek penelitian, yang ditatap (dijinggleng – Jawa) dalam suatu kegiatan penelitian (points to be noticed), yang menunjukkan variasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Apabila dilihat dari saat terjadinya, ada variabel masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan/menggabmabrkan variabel masa lalu da sekarang (sedang terjadi), adalah penelitian deskriptif (to describe = mengggambarkan. Membeberkan).
A.Penelitian Ditinjau dari Tujuan
Jenis penelitian ketiga ditinjau dari tujuan adalah penelitian verfakatif.Contohnya adalah sebagai berikut :
Pada tahun 1970 pernah diadakan penelitian tentang rasa solidaritas rakyat pedesaan, dan dihasilkan sesuatu kesimpulan. Dua tahun kemudian seorang peneliti lain mengadakan penelitian yang sama dengan tujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang telah dilakukan terdahuluh. Penelitian yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian lain inilah yang diberi nama penelitianVerifikatif.
Sebuah lembaga pemerintah menggadakan beberapa upaya untuk meningkatkan displin karyawan. Setelah dikemukakan strategi yang diperkirakan paling tepat,lembaga tersebut menyebarkan angket kepada para karyawan untuk menanyakan usul-usul guna mengefektifkan staregi dimaksud.Hasil yang diperoleh dari pengolahan data angket digunakan untuk mennetukan kebijakan yang diambil oleh lembaga pemerintahtersebut sebagai upaya meningkatkan disiplin karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan tersebut diklasifikasikan sebagai penelitian kebijakan, karena menyangkut tindakan yang diambil oleh pemerinta dan diberilakukan secara luas.
B. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan.
Apabila seorang peneliti ingin mengetahui perkembangan kemampuan berpikir anak sekolah dasar kelas 1 sampai dengan kelas VI, maka dapat dilakukan dengan 2 cara atau pendekatan, yaitu pendekatan bujur dan pendekatan silang.
1. Pendekatan longitudinal (pendekatan bujur).Dengan pendekatan ini maka peneliti mencatat kemampuan berpikir sejak anak duduk dikelas I.Berturut-turut setiap tahun perkembangan tersebut dicatat yaitu dikelas I,II,III,IV,V dan VI.
2. Pendekatan cross-sectional (pendekatan silang) .Berbeda dengan pendekatan bujur,maka pendekatan silang tidak menggunakan subjek yang sama.Dalam waktu bersamaan,peneliti mengadakan pencatatan tentang perkembangan berpikir anak Sekolah Dasar secara serantak yaitu kelas I,II,III,IV,V dan VI.
Jika kita hubungkan dengan pengambilan data secara continu,maka pendekatan cross-sectional (silang) merupakan kompromi antara “one-shot” method (menembek satu kali terhadap satu kasus),dan longitudinal method (menembak beberapa kali terhadap
Beberapa kali terhadap kasus yang sama)
C.Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu
Berkenaan dengan jenis spesialisasi dan interest, maka tentu saja bidang ilmu yang diteliti banyak sekali ragamnya menurut siapa yang mengadakan penelitian. Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah : penelitian terhadap pendidikan (lebih sempit lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesehatan), keteknikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan dan sebagainya.
D. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya
Selain penelitian di laboratorium, penelitian di perpusatakaan juga banyak dilakukan. Analisis isi buku (content analysis) merupakan kegiatan yang cukup mengasyikkan. Penelitian ini kana menghasilkan kesimpulan tentang gaya bahasa buku, kecenderungan isi buku, tata tulis, lay-out, ilustrasi, dan sebagainya.
Penelitian yang paling banyak dilakukan adalah penelitian kancah atau penelitian lapangan. Sesuai dengan bidangnya, maka kancah peneliti akan berbeda-beda tempatnya. Penelitian pendidikan mempunyai kancah bukan saja di sekolah tetapi dapat di keluarga, di masyarakat, di pabrik, di rumah sakit, asal semuanya mengarah tercapai tujuan pendidikan.
E. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel
Secara singkat dapat dikatakan, variabel adalah hal-hal yang menjadi obyek penelitian, yang ditatap (dijinggleng – Jawa) dalam suatu kegiatan penelitian (points to be noticed), yang menunjukkan variasi, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Apabila dilihat dari saat terjadinya, ada variabel masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan dengan menjelaskan/menggabmabrkan variabel masa lalu da sekarang (sedang terjadi), adalah penelitian deskriptif (to describe = mengggambarkan. Membeberkan).