Perawatan
Luka Dan Teknik Jahitan
Pendahuluan
Luka baru yang belum memasuki waktu kontaminasi Frederich (6 – 8 jam post trauma) dapat dirawat secara primer yaitu dengan melakukan pembersihan luka dan lapangan sekitarnya, pembuangan debris dan kotoran serta penjahitan luka secara sempurna, sedangkan yang melebihi waktu kontaminasi bisa dilakukan pembersihan luka dan daerah sekitar luka, merapikan luka dan penjahitan sementara atau situasi. Penjahitan luka membutuhkan pengetahuan tentang penyembuhan luka, serta alat dan bahan untuk menjahit dan yang terpenting sekali menguasai teknik jahitan (suture techniques).
Luka (Vulnus)
Luka adalah kerusakan anatomi karena hilangnya kontinuitas jaringan oleh sebab dari luar. Luka terbagi menjadi dua : Luka terbuka (Vulnus Appertum) dan Luka tertutup (Vulnus Occlusum).
Macam luka terbuka : Luka iris (Scissum), Tusuk (Ictum), Bakar (Combustio), Lecet (Excoriasi/Abrasio), Tembak (Sclopetum), Laserasi, Penetrasi, Avulsi, Open Fracture dan Luka Gigit (Vulnus Morsum).
Luka adalah kerusakan anatomi karena hilangnya kontinuitas jaringan oleh sebab dari luar. Luka terbagi menjadi dua : Luka terbuka (Vulnus Appertum) dan Luka tertutup (Vulnus Occlusum).
Macam luka terbuka : Luka iris (Scissum), Tusuk (Ictum), Bakar (Combustio), Lecet (Excoriasi/Abrasio), Tembak (Sclopetum), Laserasi, Penetrasi, Avulsi, Open Fracture dan Luka Gigit (Vulnus Morsum).
Macam luka tertutup
: Memar (Contusio), Bula, Hematoma, Sprain, Dislokasi, Close Fracture, Laserasi
organ dalam.
Teknik
Perawatan Luka
¨ Desinfeksi
¨ Irigasi
¨ Debridement
¨ Perawatan
perdarahan
¨ Penjahitan Luka
¨ Bebat Luka
¨ Angkat Jahitan
Desinfeksi
(Sin. Antiseptik atau Germisida)
Adalah tindakan
dalam melakukan pembebasan bakteri dari lapangan operasi dalam hal ini yaitu
luka dan sekitarnya.
Macam bahan
desinfeksi: Alkohol 70%, Betadine 10%, Perhidrol 3%, Savlon (Cefrimid
+Chlorhexidine), Hibiscrub (Chlorhexidine 4%)
Teknik : Desinfeksi
sekitar luka dengan kasa yang di basahi bahan desinfeksan
Tutup dengan doek
steril atau kasa steril
Bila perlu anestesi
Lido/Xylo 0,5-1%
Pembersihan
Luka
Adalah mencuci bagian luka
Adalah mencuci bagian luka
Bahan yang di
gunakan : Perhidrol, Savlon, Boor water, Normal Saline, PZ
Bilas dengan garam
faali atau boor water
Debridement
(Wound Excision)
Adalah membuang
jaringan yang mati serta merapikan tepi luka
Memotong dengan
menggunakan scalpel atau gunting
Rawat perdarahan
dengan meligasi menggunakan cat gut
Perawatan
Perdarahan
Adalah suatu tindakan untuk menghentikan proses perdarahan
Adalah suatu tindakan untuk menghentikan proses perdarahan
Yaitu dengan
kompresi lokal atau ligasi pembuluh darah atau jaringan sekitar perdarahan
Penjahitan
luka
Penjahitan luka membutuhkan beberapa persiapan baik alat, bahan serta beberapa peralatan lain. Urutan teknik juga harus dimengerti oleh operator serta asistennya.
Penjahitan luka membutuhkan beberapa persiapan baik alat, bahan serta beberapa peralatan lain. Urutan teknik juga harus dimengerti oleh operator serta asistennya.
Alat, bahan dan
perlengkapan yang di butuhkan
Alat yang dibutuhkan :
Naald Voeder ( Needle Holder ) atau pemegang jarum biasanya satu buah.
Alat yang dibutuhkan :
Naald Voeder ( Needle Holder ) atau pemegang jarum biasanya satu buah.
Pinset Chirrurgis
atau pinset Bedah satu buah
Gunting benang satu
buah.
Jarum jahit,
tergantung ukuran cukup dua buah saja.
Bahan yang
dibutuhkan :
Benang jahit Seide
atau silk
Benang Jahit Cat
gut chromic dan plain.
Lain-lain :
Doek lubang steril
Kasa steril
Handscoon steril
Handscoon steril
Operasi teknik
Urutan teknik penjahitan luka ( suture techniques)
Urutan teknik penjahitan luka ( suture techniques)
1. Persiapan alat
dan bahan
2. Persiapan
asisten dan operator
3. Desinfeksi
lapangan operasi
4. Anestesi
lapangan operasi
5. debridement dan eksisi
tepi luka
6. penjahitan luka
7. perawatan luka
Macam-macam
jahitan luka
1. Jahitan Simpul Tunggal
Sinonim : Jahitan Terputus Sederhana, Simple Inerrupted Suture
1. Jahitan Simpul Tunggal
Sinonim : Jahitan Terputus Sederhana, Simple Inerrupted Suture
Merupakan jenis
jahitan yang sering dipakai. digunakan juga untuk jahitan situasi.
Teknik : –
Melakukan penusukan jarum dengan jarak antara setengah sampai 1 cm ditepi luka
dan sekaligus mengambil jaringan subkutannya sekalian dengan menusukkan jarum
secara tegak lurus pada atau searah garis luka.
- Simpul tunggal
dilakukan dengan benang absorbable denga jarak antara 1cm.
- Simpul di
letakkan ditepi luka pada salah satu tempat tusukan
- Benang dipotong
kurang lebih 1 cm.
2. Jahitan matras
Horizontal
Sinonim :
Horizontal Mattress suture, Interrupted mattress
Jahitan dengan
melakukan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan
penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama.
Memberikan hasil
jahitan yang kuat.
3. Jahitan Matras
Vertikal
Sinonim : Vertical
Mattress suture, Donati, Near to near and far to far
Jahitan dengan
menjahit secara mendalam dibawah luka kemudian dilanjutkan dengan menjahit
tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang cepat karena di
dekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini.
4. Jahitan Matras
Modifikasi
Sinonim : Half
Burried Mattress Suture
Modifikasi dari
matras horizontal tetapi menjahit daerah luka seberangnya pada daerah
subkutannya.
5. Jahitan Jelujur
sederhana
Sinonim : Simple
running suture, Simple continous, Continous over and over
Jahitan ini sangat
sederhana, sama dengan kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan hasiel
kosmetik yang baik, tidak disarankan penggunaannya pada jaringan ikat yang
longgar.
6. Jahitan Jelujur
Feston
Sinonim : Running
locked suture, Interlocking suture
Jahitan kontinyu
dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, biasa sering dipakai pada
jahitan peritoneum. Merupakan variasi jahitan jelujur biasa.
7. Jahitan Jelujur
horizontal
Sinonim : Running
Horizontal suture
Jahitan kontinyu
yang diselingi dengan jahitan arah horizontal.
8. Jahitan Simpul
Intrakutan
Sinonim :
Subcutaneus Interupted suture, Intradermal burried suture, Interrupted dermal
stitch.
Jahitan simpul pada
daerah intrakutan, biasanya dipakai untuk menjahit area yang dalam kemudian
pada bagian luarnya dijahit pula dengan simpul sederhana.
9. Jahitan Jelujur
Intrakutan
Sinonim : Running
subcuticular suture, Jahitan jelujur subkutikular
Jahitan jelujur
yang dilakukan dibawah kulit, jahitan ini terkenal menghasilkan kosmetik yang
baik
Tutup
atau Bebat Luka
Setelah luka di jahit dengan rapi di bersihkan dengan desinfeksan (beri salep)
Setelah luka di jahit dengan rapi di bersihkan dengan desinfeksan (beri salep)
Tutup luka dengan
kasa steril yang dibasahi dengan betadine
Lekatkan dengan
plester atau hipafix ( bila perlu diikat dengan Verban)
Angkat
Jahitan
Adalah proses pengambilan benang pada luka
Adalah proses pengambilan benang pada luka
Berdasarkan lokasi
dan hari tindakan:
¨ Muka atau leher
hari ke 5
¨ Pereut hari
ke7-10
¨ Telapak tangan 10
¨ Jari tangan hari
ke 10
¨ Tungkai atas hari
ke 10
¨ Tungkai bawah
10-14
¨ Dada hari ke 7
¨ Punggung hari ke
10-14
Sumber :
Padilla
RS. Dermabrasi. Dalam : wheeland RG. Cutaneous Surgery. WB Saunders.
Philadelphia. 1994 : p. 479-90
Alt Th,
Coleman WP, Hanke CW, Yarborough JM. Dermabration. Dalam : Coleman WP, Hanke
CW, Alt TH, Asken S. Cosmetic Surgery of the skin principles And Techniques.
1991 : p.147-95
Thompson,
J. A Practical Guide to Wound Care.REgitered
Nursing. 2000 : p. 48-50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar